![]() |
| Foto Hasil jepretan maklumatin news.online |
PROFIL FADHILATUL SYEIKH ABU H. MAHMUDDIN USMAN
Aceh Barat – Sosok ulama kharismatik Abu H. Mahmuddin Usman, yang lebih dikenal sebagai Abu Serambi Aceh, merupakan salah satu tokoh penting dalam pengembangan pendidikan dayah dan dakwah Islam di wilayah Aceh, khususnya Aceh Barat.
Abu Serambi Aceh lahir di Desa Meunasah Rayeuk pada Rabu, 9 September 1959. Beliau merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara, dari pasangan Abi Usman bin Tgk. Thahir dan Nyak Baren binti Abdul Halim. Sejak kecil, beliau telah mendapatkan pendidikan dasar agama langsung dari ayahnya, terutama dalam bidang Al-Qur’anul Karim.
Perjalanan pendidikan beliau berlanjut pada tahun 1974 ketika menimba ilmu di Dayah Babussalam, Meulaboh. Di sana, beliau dibimbing oleh ulama besar, Abu H. Abu Bakar Sabil atau yang akrab disapa Abu Mursyid, seorang murid dari ulama kharismatik Abuya Muda Waly Al-Khalidy.
Setelah tiga tahun menimba ilmu, pada tahun 1977 Abu Serambi Aceh melanjutkan pendidikan ke Dayah Darul Ma’arif di Lam Ateuk, Aceh Besar, di bawah bimbingan Al-Mukarram Abu H. Muhammad Zamzami. Pengembaraan ilmiah ini menjadi fondasi kuat dalam membentuk keilmuan dan kepribadian beliau sebagai seorang ulama.
Pada tahun 1991, dalam usia 32 tahun, Abu Serambi Aceh kembali ke kampung halamannya atas permintaan masyarakat dan restu gurunya. Beliau kemudian memimpin sebuah dayah yang dibangun secara gotong royong oleh masyarakat dari tiga desa, yakni Meunasah Rayeuk, Meunasah Ara, dan Tumpok Ladang.
Dalam kehidupan pribadi, Abu Serambi Aceh menikah pada tahun 1993 dengan Hj. Marlini binti Tgk. Abdussalam, yang merupakan cucu dari Abu H. Sulaiman Teupin Peuraho. Dari pernikahan tersebut, beliau dikaruniai lima orang anak, yaitu Siti Fathimah, Nurlis Maisarah, Maulida, Muhammad Ajir, dan Muharir, meskipun tiga di antaranya wafat saat masih bayi.
Setelah wafatnya istri pertama, pada tahun 2011 beliau kembali menikah dengan Bunda Rahmi binti Abdullah Ali, yang hingga kini setia mendampingi perjuangan beliau dalam bidang dakwah dan pendidikan.
Dedikasi Abu Serambi Aceh dalam membina umat dan mengembangkan pendidikan dayah menjadikan beliau sebagai panutan masyarakat. Kiprah dan pengabdiannya terus memberikan inspirasi bagi generasi muda dalam menuntut ilmu dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
